Kampus STT SAPPI

Kampus STT SAPPI

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 Maret 2015

Fungsi Karbohidrat



ZAT GIZI KARBOHIDRAT DAN FUNGSINYA

MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu bagian penilaian persyaratan kelulusan
Mata Kuliah Pengantar Ilmu Gizi
yang diampu oleh D. Franklyn Purba, STP., MP.


Nama kelompok:
Kristina Usam
Lukinus Winardi
Maurid Sandoko Siahaan
Yusafat Adrianto
Selsi Kalimbuang



SEKOLAH TINGGI TEOLOGI
STUDI ALKITAB UNTUK PENGEMBANGAN
PEDESAAN INDONESIA
CIANJUR- JAWA BARAT
2015





BAB 1
PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah
          Permasalahan gizi memang cukup disorot oleh negara. karena banyak manusia khususnya anak-anak yang menjadi korban akan kekurangan gizi. Gizi sendiri juga memiliki peran penting terhadap kehidupan manusia. Karena gizi yang mengontrol takaran kesehatan. Pengenalan akan karbohidrat penulis rasa itu kurang dipahami bagi banyak orang. Mereka hanya mengerti tentang makananyang baik untuk tubuh dan tidak tanpa mengetahui hal-hal yang sebenarnya sangat enting dimengerti pada setiap makanan khususnya yang mengandung karbohidrat. Sungguh disayangkan apabila orang-orang tidak mengerti apa yang menjadi kebutuhan mereka.
Karbohidrat sangat dipentingkan dalam tubuh, pengenalan akan karbohidrat juga sangat penting. Karena karbohidrat sendiri selain mempunyai fungsi juga mempunyai dampak. Dari beberapa permasalahan diatas, maka penulis sangat tertarik untuk membuat sebuah karya tulis mengenai karbohidrat yang diberi judul “Zat Gizi Karbohidrat dan Fungsinya”, semoga dapat menjadi sesuatu hal yang berguna bagi pembaca.

Rumusan Masalah
          Dari semua hal diatas tersebut, maka penulis mengumpullkan beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini, yaitu:
1.             Apa itu karbohidrat?
2.             Apa klasifikasi dari karbohidrat?
3.             Apa fungsi yang dimiliki dari karbohidrat?

Tujuan Penulisan
          Menyangkut mengenai hal rumusan masalah tersebut, maka dalam karya ilmiah ini akan membahas mengenai:
1.             Ingin menjelaskan tentang karbohidrat.
2.             Hendak memaparkan mengenai klasifikasi karbohidrat.
3.             Akan menjelasskan fungsi karbohidrat.








BAB II
KARBOHIDRAT


1.1         Tentang Karbohidrat
Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan yang harganya relatif murah. Melalui proses fotosintesis, klorofil tanaman denganbantuan sinar matahari maupun membentuk karbohidrat dari karbon dioksida (CO2) berasal dari udara dan air (H2O) dari tanah. Karbohidrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana glukosa. Disamping itu dihasilkan oksigen (O2) yang lepas di udara.[1]
Karbohidrat juga mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur, dan lain-lain. sedangkan dalam tubuh, karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya ketosis, pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilangan mineral, dan berguna untuk metabolisme lemak dan protein.[2] Gula yang dihasilkan yang mudah diangkut kesuluruh sel guna penyediaan energi. Beberapa bagian dari gula sederhana tersebut mengalami polimerisasi dan membentuk polisakarida. Ada dua jenis polisakarida tumbuh-tumbuhan, yaitu pati dan non pati. Pati adalah bentuk simpanan karbohidrat berupa polimer glukosa yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik (ikatan antara gugus hidroksil atom C nomor 1 pada mlekul glukosa dengan gugus hidroksil atom C nomor 4 pada molekul glukosa lain dengan melepas 1 mol air). Polisakarida nonpati mirip dengan pati, namun tidak mengandung ikatan glikosidik, dan polisakarida nonpati ini merupakan komponen utama serat makanan.[3]
Semua jenis karbohidrat terdiriatas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Perbandingan antara hidrogen dan oksigen pada umumnya adalah 2:1 seperti halnya dalam air, oleh karena itu diberi nama karbohidrat.[4] Cara mudah dan murah untuk mendapatkan karbohidrat adalah dengan mengekstraknya dari bahan-bahan nabati sumber karbohidrat, yaitu serealia, umbi-umbian dan batang tanaman misalnya sagu. Sumber karbohidrat yang merupakan bahan makanan pokok di berbagai daerah Indonesia adalah biji-bijian, khususnya beras dan jagung.[5]




BAB III
KLASIFIKASI KARBOHIDRAT


Karbohidrat dibagi menjadi dua golongan yang dianggap penting dalam ilmu gizi, yaitu karbohidrat sederhana (gula sederhana) dan karbohidrat kompleks (mempunyai lebih dari dua unit gula sederhana di dalam satu molekul).
2.1.       Karbohidrat sederhana
Karbohidrat sederhana adalah istilah yang digunakan untuk menyebut karbohidrat yang telah diproses dan kehilangan kandungan serat serta nutrisi pentingnya. Karbohidrat sederhana ini biasanya terdapat pada pemanis buatan, pewarna makanan, atau perasa tambahan. Karbohidrat sederhana akan dicerna menjadi glukosa oleh tubuh yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat gula darah. Karena itu, mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat sederhana dapat menyebabkan diabetes. Karbohidrat jahat ini banyak ditemukan pada makanan yang sudah diproses dan makanan berwarna putih seperti roti, pasta, nasi, minuman bersoda, dan gula putih.
Karbohidrat ini terdiri atas:
a)             Monosakarida {C6(H2O)6} dan {C5(H2O)5}
Monosakarida yang paling penting dan berasal dari gula sederhana adalah D-Glukosa.[6] Tata nama monosakarida tergantung dari gugus fungsional yang dimiliki dan letak gugus hidroksilnya. Monosakarida yang mengandung satu gugus aldehida disebut aldosa, sedangkan ketosa mempunyai satu gugus keton. Monosakarida dengan enam atom C disebut heksosa, misalnya:
·                Glukosa (dekstrosa atau gula anggur) gula yang terpenting dalam metabolisme tubuh dikenal sebagai gula fisiologis, dextrosa. Ditemui di alam pada buah-buahan, jagung manis, sejumlah akar, madu.[7]
·                Fruktosa (levulosa atau gula buah) gula yang termanis dari semua gula. Hasil hidrolosis dari , dan galaktosa. Sedangkan yang mempunyai lima atom C disebut pentosa, misalnya xilosa, arabinosa, dan ribosa.[8] Monosakaria yang terdapat di alam pada umumnya terdapat dalam bentuk isomer dekstro (D). Gugus hidroksil pada karbon nomor 2 terletak di sebelah kanan.[9]
·                Galaktosa gula ini tidak ditemui bebas di alam, tetapi merupakan hasil hidrololisa dari gula susu (Laktosa). Melalui proses metabolisme akan diubah menjadi glukosa yang dapat memasuk siklus kreb’s untuk menghasilkan energi. Galaktosa merupakan komponen dari cerebrosida yaitu turunan lemak yang ditemui pada otak dan jaringan syaraf.
b)             Disakarida {C12(H2O)11}.[10]
Terdapat empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa, dan trehalosa. Disakarida terdiri atas dua unit monosakarida yang terikat satu sama lain melalui reaksi kondensasi. Kedua monosakarida saling mengikat berupa ikatan glikosidik melalui satu atom oksigen. Ikatan glikosidik ini biasanya terjadi antara atom C nomor 1 dengan atom C nomor 4 dan membentuk ikatan alfa, dengan melepaskan satu molekul air, inilah yang dapat dicernakan. 
1.             Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula bit. Pembuatan gula merah pada umumnya mengalami penyulingan tidak sempurna. Sukrosa juga terdapat pada buah, sayuran dan madu.
2.             Maltosa (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Terbentuk dari setiap pemecahan pati, pada proses perkecambahan pada tumbuhan dan proses pada usus manusia ketika pencernaan pati.
3.             Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri atas satu unit glukosa dan galaktosa. Laktosa adalah gula yang rasanya paling tidak manis dan sukar untuk larut daripada disakarida lain. Kekurangan laktase ini menyebabkan ketidaktahanan terhadap laktosa. Laktosa yang tidak dicerna tidak dapat diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan. Hal ini mempengaruhi jenis organisme yang tumbuh, yang menyebabkan gejala kembung kejang perut, dan diare.
4.             Trehalosa seperti juga maltosa, terdiri atas dua mol glukosa dan dikenal sebagai gula jamur. Sebanyak 15% bagian kering jamur terdiri atas trehalosa. Trehalosa juga terdapat dalam serangga.

c)             Gula Alkohol
Terdapat pada alam dan juga dapat pula dibuat secara sintesis. Ada empat jenis gula alkohol yaitu sorbitol, manitol, dulcitol, dan inositol. Surbitol terdapat dari sebagian jenis buah secara komersial dibuat dari glukosa. Tingkat kemanisan hanya 60% yang biasanya digunakan untuk makanan dan minuman khusus pasien diabetes. Sorbitol tidak mudah dimetabolisme oleh bakteri dalam mulut sehingga tidak mudah menimbulkan karies gigi. Oleh karena itu sorbitol banyak digunakan dalam pembuatan permen karet. Manitol dan dulcitol adalah allkohol yang dibuat dari monosakarida manosa dan galaktosa. Manitol terdapat di dalam nanas, asparagus, ubi jalar, dan wortel. Digunakan dalam industri pangan. Inositol merupakan alkohol siklis yang menyerupai glukosa. Terdapat dalam banyak bahan makanan, terutama dalam sekam serealia.
d)            Oligosakarida
Oligosakarida adalah polimer dengan derajat polimerisasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut disakarida, dan bila tiga molekul disebut triosa; bila sukrosa (sakarosa atau gula tebu) terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa, laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa.[11] Fruktosa adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas beberapa beberapa unit froktosa yang terikat dengan satu molekul glukosa. Terdapat di dalam serealia, bawang merah, bawang putih, dan asparagus. Sebagian besar difermentasi karena tidak dicernakan secara berarti.

2.2.       Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks adalah makanan yang alami. Itu berarti karbohidrat kompleks tidak mengalami proses. Karbohidrat ini mengandung banyak serat, kaya vitamin, mineral dan nutrisi penting. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat baik biasanya tidak dicerna dengan cepat, sehingga mereka tidak akan mempengaruhi tingkat gula darah. Makanan yang tinggi akan karbohidrat baik antara lain sayuran, gandum utuh, buah-buahan, ubi, beras merah, dan kacang-kacangan.

Karbohidrat kompleks terdiri atas:
a)             Polisakarida
          Polisakarida dalam makanan berfungsi sebagai penguat tekstur (selulosa, hemiselulosa, pektin, lignin) dan sebagai sumber energi (pati, dekstrin, glikogen). Polisakarida penguat tekstur ini tidak dapat dicerna oleh tubuh, tetapi merupakan serat-serat  (dietary fiber) yang dapat menstimulasi enzim-enzim pencernaan.[12]
·                Pati merupakan simpanan karbohidrat dalam tumbuh-tumbuhan dan merupakan karbohidrat utama yang dimakan manusia di seluruh dunia. Pati terutama terdapat dalam padi-padian, biji-bijian, dan umbi-umbian. Beras jagung dan gandum mengandung 70–80% pati; kacang-kacang kering seperti kedelai, kacang merah dan kacang hijau 30–60%; sedangkan ubi, talas, kentang dan singkong 20–30%.[13]
·                Dekstrinmerupakan produk antara pada pencernaan pati atau dibentuk melalui hidrolisis parsial pati. Dekstrin merupakan sumber utama karbohidrat dalam makanan lewat pipa (tube feeding). Lebih manis daripada pati dengan daya larut lebih cepat. Juga sering di gunakan sebagai makanan bayi, karena mudah dicerna dan tidak menimbulkan diare.[14]
·                     Glikogen merupakan “pati hewani”, banyak terdapat pada hati dan otot, bersifat larut dalam air, serts bils bereaksi dengan iodin akan menghasilkan warna merah. Glikogen juga terdapat dalam isolasi dari benih jagung. Juga termasuk sebagai molekul terbesar yang larut dalam air.
b)             Serat (polisakarida non-pati)
Serat dapat mencegak penyakit, sering dipakai dalam proses diet. Namun kelebihan serat akan mengakibatkan gangguan pada pencernaan. Ada dua golongan serat, yaitu yang tidak dapat larut (selulosa, hemiselulosa dan lignin) dan yang dapat larut dalam air (pektin, gum, mukilase, glukan, dan algal). Selulosa, hemiselulosa dan lignin merupakan kerangka struktural semua tumbuh-tumbuhan. Selulosa merupakan bagian utama dinding sel tuumbuh-tumbuhan. Hemiselulosa adalah bagian utama serat serealia yang terdiri atas polimer bercabang heterogen heksosa, pentosa dan asam uronat. Lignin terdiri atas polimer karbohidrat yang relatif pendek yaitu antara 50-2000 unit. Lignin memberi kekuatan pada struktur tumbuh-tumbuhan oleh karena itu merupakan bagian keras dari tumbuh-tumbuhan sehingga jarang dimakan.
Pektin, gum, dan mukilaseterdapat disekiling dan didalam sel tumbuh-tumbuhan. Sebagai bahann pengental, emulisifier dan stabilizer. Pektin merupakan polimer namnosa dan asam galakturonat dengan cabang-cabang yang terdiri atas rantai galaktosa dan arabinosa. Gum adalah polisakarida larut air terdiri atas 10000-30000 unit yang terutama terdiri atas glukosa, galaktosa, manosa, arabinosa, ramnosa, dan asam uronat. Mukilase merupakan struktur kompleks yang mempunyai ciri khas, yaitu memiliki komponen asam



 BAB IV
FUNGSI KARBOHIDRAT


          Karena karbohidrat sebagai sumber enrgi utama, maka tidak heran apabila memiliki banyak fungsi dalam tubuh. Fungsi-fungsi ini yang akan dibahas dalam bab ini sebagai pelengkap dalam judul makalah ini.
1.             Sumber energi
Fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Mudah didapat di alam dan harganya relatif murah. Satu gram karbohidrat menghasilkan 4 kkalori. Sebagian karbohidrat di dalam tubuh berada dalam sirkulasi darah sebagai glukosa untuk keperluan energi segera; sebagian disimpan sebagai glikogen dalam hati dan jaringan otot, dan sebagian diubah menjadi lemak untuk kemudian disimpan sebagai cadangan energi di dalam jaringan lemak. Seseorang yang memakan karbohidrat dengan berlebihan akan menjadi gemuk. Sistem saraf sentral dan otak sama sekali tergantung pada glukosa untuk keperluan energi.
2.             Pemberi rasa manis pada makanan
Khususnya mono dan disakarida. Manusia memiliki lidah untuk salah satunya merasakan rasa manis, namun gula tidak memiliki rasa manis yang sama. Frugtosa adalah gula paling manis. Bila tingkat kemanisan sakarosa diberi nilai 1, maka tingkat kemanisan frugtosa adalah 1,7; glukosa 0,7; maltosa 0,4; laktosa 0,2.
3.             Penghemat protein
Bila karbohidrat makanan tidak mencukupi, maka protein akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi, dengan mengalahkan fungsi utamanya sebagai zat pembangun. Sebaliknya, bila karbohidrat makanan mencukupi, protein terutama akan digunakan sebagai zat pembangun.
4.             Pengatur metabolisme lemak
Karbohidrat mencegah terjadinya oksidasi lemak yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam beta-hidroksi-butirat. Abahan-bahan ini dibentuk dalam hati dan dikeluarkan melalui urine dengan mengikat basa berupa ion natrium. Hal ini dapat mengakibatkan ketidak seimbangan natrium dan dehidrasi. pH cairan tubuh menurun. Keadaan inimenimbulkan ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh. Dibutuhkan antara 50-100 gram karbohidrat sehari untuk mencegah ketosis.
5.             Membantu pengeluaran feses
Karbohidrat membantu pengeluaran feses dengan cara mengatur peristaltik usus dan memberi bentuk pada feses. Selulosa dalam serat makanan mengatur peristaltik usus, sedangkan hemiselulosa dan pektin mampu menyerap banyak air dalam usus besar sehingga memberi bentuk pada sisa makanan yang akan dikelurkan. Serat makanan mencegah kegemukan, konstipasi, hemoroid, penyakit-penyakit divertikolosis, kanker usus besar, penyakit diabetes mellitus, dan jantung koroner yang berkaitan dengan kadar kolesterol darah tinggi. Laktosa dalam susu membantu absorpsi kalsium. Laktosa lebih lama tinggal dalam saluran cerna, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan. Gula ribosa yang mengandung lima atom karbon merupakan bagian dari ikatan DNA dan RNA.[15]
6.             Mempunyai peran penting untuk proses metabolisme, atau proses yang berfungsi sebagai penyeimbang asam dan basa di dalam tubuh, serta proses untuk membentuk jaringan sel, struktur dan juga organ-organ dalam tubuh.
7.             Karbohidrat dapat mencegah terjadinya ketidaksempurnaan proses oksidasi lemak
8.             Makanan ber-karbohidrat dan serat tinggi dapat membantu memperlancar proses pada pencernaan
9.             Fungsi karbohidrat juga berperan penting untuk mengoptimalkan kerja protein. Karena apabila tubuh mengalami kekurangan asupan karbohidrat, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil energi dan zat pembentuk tubuh.
10.         Fungsi karbohidrat yang lain yang bisa langsung dirasakan oleh kita semua adalah memberikan efek kenyang dengan kandungan selulosa-nya.
11.         Karbohidrat juga berfungsi sebagai pencegah terbentuknya proses ketosis. Proses ketosis sebisa mungkin harus dicegah, karena malalui proses ini, fungsi utama dari karbohidrat sebagi pemasok energy yang paling utama telah tergantikan oleh protein sepenuhnya. Sedangkan fungsi protein hanya sebagai cadangan sedangkan fungsi utama protein adalah memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
















DAFTAR PUSTAKA


Almatsier, Sunita. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta:Gramadia Pustaka Utama,2002

Deman, John M. Kimia Makanan, Bandung: ITB,1997

Suhardjo dan Clara M. Kusharto. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi, Yogyakarta: Kanisius,2003

Winarno.Kimia Pangan Dan Gizi, Jakarta: Gramedia Utama Pustaka,2002





[1]Sunita Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta:Gramadia Pustaka Utama,2002). 28
[2]Winarno, Kimia Pangan Dan Gizi, (Jakarta:Gramedia Utama Pustaka,2002). 15
[3]Sunita Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta:Gramadia Pustaka Utama,2002). 28
[4]Ibid, 29
[5]Winarno, Kimia Pangan Dan Gizi, (Jakarta:Gramedia Utama Pustaka,2002). 16
[6]John M Deman, Kimia Makanan, (Bandung: ITB,1997).166
[7]Suhardjo, Clara M. Kusharto. Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi,(Yogyakarata: Kanisius,2003). 20-21
[8]Winarno, Kimia Pangan Dan Gizi, (Jakarta:Gramedia Utama Pustaka,2002). 18
[9]Sunita Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta:Gramadia Pustaka Utama,2002).29
[10]Ibid. 32-33
[11]Winarno, Kimia Pangan Dan Gizi, (Jakarta:Gramedia Utama Pustaka,2002). 18
[12]Ibid, 27
[13]Sunita Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta:Gramadia Pustaka Utama,2002). 35
[14]Ibid,36
[15]Sunita Almatsier. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta: Gramadia Pustaka Utama,2002).42-44

Minggu, 20 Juli 2014

Jurnal Refleksi Minggu#1: Sensory Analysis


Dalam industri pangan ada namanya sensory analysis untuk memetakan keinginan dari si pelanggan. Biasanya sensory analysis ini dilakukan pada pengembangan produk baru. Secara sederhana hal ini dilakukan dengan beberapa tahapan. Teman saya misalnya meneliti bunga dari tanaman Teleng yang mengandung cukup banyak manfaat bagi kesehatan. Beliau meneliti kestabilan kandungan antosianin (zat antioksidan) dalam sari bunga Teleng tersebut. Produk akhir yang dikehendaki adalah sirup bunga teleng untuk minuman kesehatan.
Tahapan yang dilakukan untuk membuat produk yang bermutu sekaligus dapat menjawab kebutuhan atau keinginan konsumen, maka dilakukan beberapa hal berikut: formulasi, optimasi, kemudian sensory analysis. Pada sensory analysis ini dipilih beberapa formulasi yang sudah dioptimasi, kemudian diajikan kepada panel yang terdiri dari panel semi terlatih (konsumen) untuk mencicipi produk tersebut. Kepada panelis diberikan form isian bagaimana preferensi mereka terhadap produk yang disajikan. Hasil akhirnya dianalisis secara statistic untuk mengambil kesimpulan manakah diantara produk yang telah dioptimasi tersebut yang paling disukai oleh panelis (konsumen). Produk yang paling disukai tersebutlah yang akan di-scale up dalam produksi selanjutnya.
Sensory analysis ini biasanya dilakukan oleh R & D suatu industri pangan.

Salam, semoga menginspirasi.
FP

Minggu, 11 Mei 2014

Mitra Bisnis Saling Melengkapi

Bikin usaha bareng kudu saling melengkapi

 
Akhir-akhir ini, kata-kata koalisi sering dibicarakan. Terutama untuk mencari teman presiden dan wakilnya. Apakah wakilnya itu harus seilmu, seahli, seiman, seide, atau justru beda ilmunya, beda keahliannya, beda idenya, agar saling melengkapi?

Barangkali membangun negara tak ubahnya membangun usaha. Meski skalanya berbeda. Kalau usaha kecil skalanya, kalau negara atau pemerintahan sangat kompleks. Karena di sini membicarakan usaha, maka tentu tidak ada urusan dengan koalisi seperti halnya politik yang akhir-akhir ini sedang hangat.

Sebelum masuk ke permasalahan, suatu kali penulis melihat pengalaman rekan-rekan yang membangun usaha. Seperti diketahui, kebanyakan orang membangun usaha ada bermacam-macam. Ada yang dimulai dari diri sendiri semua. Baik keuangan, produk, dan pemasaran dilakukan sendiri, dan perusahaan itu miliknya sendiri 100%. Kita tidak membicarakan usaha yang dibangun secara mandiri dan single fighter seperti ini, tapi usaha yang dibangun bersama-sama.

Saat ini yang berkembang adalah usaha yang dibangun bersama-sama dengan teman. Yang kemudian disebut sebagai partner bisnis (partner usaha). Sebagian besar partner itu berasal dari teman akrab, yang dekat, dan memiliki minat yang sama terhadap suatu bidang usaha. Misalnya, usaha membuat restoran.

Dipastikan bahwa bila usaha seperti itu, maka semua partner harus memiliki pandangan dan minat atau passion yang sama terhadap kuliner. Sebab, dengan demikian, maka pikiran dan usaha yang dilakukan akan fokus di dunia perkulineran. Pembicaraan sehari-hari bersama teman, pasti akan menyangkut menu dan rasa.

Nah, karena berpikirnya permasalahan hanya soal menu, suatu hari saya menemukan sebuah tim yang membangun usaha bersama dengan minat yang sama. Dan, juga kemampuannya sama. Kalau dari konsepnya, sangat matang. Mereka terdiri dari empat orang. Canggih sekali menjelaskan mengenai menu pilihannya. Masakannya yang OK adalah seperti ini dan itu. Benar, ternyata hasilnya bagus.

Akan tetapi usaha itu berjalan hanya dalam waktu tiga tahun. Tahun pertama ramai, tahun kedua menurun, tahun ketiga ambruk. Setelah dipelajari, ternyata mereka sadar, bahwa mereka adalah teman akrab, yang saling tahu satu sama lain. Ini tentu baik dan tidak masalah. Namun, baru kemudian disadari bahwa mereka sama-sama merasa saling ahli di kuliner, sehingga untuk menentukan menu yang pas, semuanya berantem, berebut, dan tidak ada yang mau mengalah. Jadinya, menu mudah diganti, rasa sering dimodifikasi, juru masaknya bingung ikuti yang mana, dan konsumen yang sudah cocok dengan rasa sebelumnya, kecewa karena merasa rasa yang dia alami sudah berubah.

Itulah risiko kalau membuat usaha bersama dengan peminatan yang sama dan kepala yang sama. Apa yang terjadi kemudian, Anda tentu bisa bayangkan: bubar! Semestinya, bisa dibedakan, apakah Anda cukup berteman baik dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama, atau harus diwujudkan dengan bekerjasama atau berkoalisi.

Perlu disadari, bahwa yang namanya usaha itu permasalahannya banyak: produk, sales, promosi, keuangan, manajerial, dan sebagainya. Bila Anda canggih membuat produk, fokuslah di produk. Untuk sales, bisa cari orang lain, begitu juga untuk bagian marketing promosi atau bagian keuangan, juga manajemen yang mengoperasikan harian.

Apakah orang lain itu sebagai karyawan, atau sebagai partner, itu tergantung kebutuhan. Apabila Anda bisa membuat produk tapi tidak punya modal, maka bisa mengajak orang lain menjadi partner pemodal, yang kemudian bisa jadi bagian keuangan atau mungkin manajemen. Apabila Anda punya ambisi besar bahwa produknya harus dipasarkan dengan hebat, maka Anda harus mencari orang bagian sales atau promosi yang handal.

Masalah kemudian muncul, sebagai start-up atau usaha baru, apakah punya kemampuan untuk membayar staf handal, toh dimulai dari produk dan bukan dari kapital yang besar. Maka kalau tidak mampu membayar mahal adalah caranya dengan memberikan bonus penjualan kalau berhasil. Kalau merasa kurang, ya Anda bisa merelakan sebagian saham yang ada untuk diberikan ke personel tersebut. Artinya selalu ada risiko yang dikorbankan. Namun demikian, untuk hasil maksimal risiko itu bisa menjadi manfaat, karena dengan demikian pilar-pilar usaha itu dibangun dari kepala-kepala yang saling melengkapi dan menguatkan perusahaan.

Dengan berkumpulnya orang berbagai kekuatan, maka ketika ada pembicaraan soal produk maka yang ahli di bidang produk itu akan menjadi leader dan dominan. Lainnya memberikan masukan. Sementara bila membicarakan soal cara sales dan promosi yang benar, maka yang pintar di bidang itu sebaliknya menjadi dominan dan lainnya men-support dengan masukan-masukan proporsional.

Kita ingat bagaimana sukses Google. Ketika 4 tahun mereka berdiri, dimana kedua orang hebat di produk search engine Sergei Brin dan Larry Page ternyata tidak menghasilkan revenue pada awalnya.

Sampai suatu kali, ketemulah dengan doktor Eric Schmidt yang ahli di bisnis manajemen, melengkapinya. Maka dibuatlah model penjualan yang unik dengan membuat tambahan halaman untuk pemasang iklan teks dengan algoritma canggih yang dibuat Brin dan Page. Barulah Google melesat dan akhirnya sukses mendatangkan user sekaligus advertiser (pemasang iklan). Meski sebagai pendiri, Brin dan Page rela memberikan kursi CEO kepada Schmidt sebelum dia keluar setelah belasan tahun bergabung.

Banyak contoh lain dalam perusahaan, yang sukses karena mereka terdiri dari orang-orang dengan minat yang sama, tapi memiliki spesifikasi yang berbeda-beda yang masing-masing memberikan kontribusi untuk menguatkan usahanya. Jadi, jangan terjebak bahwa teman dari komunitas yang sama, belum tentu sesuai untuk kerjasama membuat usaha. Jangan-jangan, cocoknya hanya sebagai teman baik, bukan partner usaha yang pas.

Mengutip kata-kata Don Tapscotts, penulis buku terkenal Grown up Digital asal Kanada yang mengatakan, how collaboration making everything. Bahwa dibutuhkan kolaborasi dari berbagai sisi yang saling melengkapi untuk menghasilkan sesuatu yang signifikan. Dari situ, kita bisa petik bahwa kuncinya untuk membangun dan menyelesaikan permasalahan perusahaan, sebaiknya terdiri dari orang-orang yang pemikiran dan kapasitasnya saling melengkapi. ***

Penulis adalah COO KLN Network, Sekjen APJII, dan Penggerak Konten Lokal KlikIndonesia

Sumber: 

Merdeka.com - 
Reporter : Sapto Anggoro | Kamis, 8 Mei 2014 07:00


Minggu, 16 Maret 2014

Jurnal Refleksi Minggu 3



Jurnal Refleksi Minggu#3

Memulai dari Apa yang Ada Pada Diri Kita!
Setelah mempelajari materi minggu ke-3, Resource Management, banyak hal hal yang mulai tersingkap dengan apa yang dimaksud memulai dari apa yang ada pada saya sebagai modal pertama dalam mengembangkan usaha. Ternyata cakupan dari memulai apa yang ada pada kita sangat luas dan dikupas secara mendalam pada materi Resource Management ini.
Insight yang saya dapatkan untuk mendayagunakan resources yang ada adalah:
1.    Mengembangkan usaha tidak harus dipusingkan dengan mencari modal keluar, cukup dengan memulai dari apa yang ada pada kita, keahlian yang kita miliki, asset tidak berwujud yang kita miliki. Sehingga dengan prinsip memulai dari apa yang ada, kemudian dapat menterjemahkannya menjadi sebuah kebutuhan bagi konsumen. Inilah kerangka berpikir yang disebut berpikir efektuasi. Contoh yang berhasil dengan berpikir efektuasi ini adalah Ibu Martha Tilaar, yang memulai usahanya dari garasi rumah dan dengan modal usaha yang dikumpulkan dari anggota keluarga, dan memulainya dengan kehalian yang dimiliki dari menempuh sekolah kecantikan di Amerika Serikat dan dengan cara memasarkan yang sederhana. Kita tahu kelompok usaha Ibu Martha Tilaar hari ini sudah berkembang luar biasa.
2.   Dalam bisnis sedapat mungkin membuat struktur organisasi yang pendek dengan hirarki yang cukup   
      singkat.   
3.   Membuat pembukuan yang sederhana tetapi tidak mencampuradukkan keuangan proibadi dengan usaha, dan melakukannya secara teratur dalam setiap periode tertentu.
4.   Kemudian juga harus membuat pemisahan yang tegas antara asset pribadi dengan asset usaha, yang
      dimulai dengan mengidentifikasi dengan tegas batas antara asset pribadi dan asset usaha.
5    Selanjutnya juga mengidentifikasi aset tidak berwujud yaitu sekumpulan sifat dan sikap yang berkualitas
      dan kompetensi serta kreatifitas dimiliki oleh SDM, good will sebuah produk atau jasa, relasi personal   
      yang baik,  yang kemudian dikembangkan dan diasah sehingga menjadi lebih berkualitas.
6.   Salah satu keunggulan yang menonjol yang dimiliki oleh UMKM adalah kemampuannya yang fleksibel
     dan adaptif terhadap perubahan-perubahan yang apabila itu terjadi pada usaha besar akan   
     mendatangkan  kesulitan. Contoh dalam pemilihan lokasi dan jalur distribusi bagi UMKM lebih fleksibel 
     dan adaptatif disbandingkan dengan usaha besar.
7.  Membangun relasi yang baik dengan pemasok untuk usaha kita dan kemudian memilih pemasok yang   
     dapat dipercaya dengan terlebih dahulu membuat sebuah kriteria yang tegas atau standar yang tegas  
     untuk menentukannya.
8.  Dalam membangun usaha, Bpk Sudhamek mengatakan bahwa kita harus melakukannya secara intensif,   
     fokus, dan konsisten dengan nilai-nilai yang dipegang. Dengan demikian akan diketahui prioritas-prioritas 
     yang akan dikerjakan dan dikembangkan secara terus-menerus.
9.  Yang terakhir, dalam mengembangkan usaha kita tidak boleh berhenti, tetapi justru berusaha mencari   
     jalan keluar dengan sungguh-sungguh, dan mencoba terus sehingga di balik sebuah masalah dapat  
    diciptakan sebuah peluang yang justru batu loncatan bagi pengembangan usaha. Bpk Antonius Tanan  
    mengemukakan sebuah contoh usaha kecil Pak Joko yang justru menemukan peluang di balik masalah.  
    Pak Antonius memberi tips praktis yaitu ABBA (Amati, Bertanya, Berdisukusi, dan Analisa).

Selamat menggali dan mengelola resources yang ada pada kita! Salam entrepreneur!

Minggu, 09 Maret 2014

Refleksi Minggu 2

Refleksi Strategy to Grow

Memasuki materi minggu kedua ini saya mendapatkan beberapa point penting agar usaha dapat bertumbuh - bertumbuh 100 kali bangkan lebih - scale up, yaitu:
1. Setia dan bertekun mulai dari hal yang kecil, teguh dan sungguh-sungguh mengembangkan dari awal.
2. Dapat membangun kepercayaan dari pihak lain, bisa partner bisnis bisa juga dari costumer.
3. Setia, tekun, sungguh-sungguh serta dapat dipercaya akan diikuti oleh pintu-pintu yang terbuka yang akan melipagandakan usaha.
4. Dalam membangun usaha yang suntainable, tidak boleh berpikir hanya pada profit tetapi jauh lebih dari itu adalah harus berfaedah bagi semua stakeholder karena bisnis merupakan sebuah network (jejaring) artinya bisnis tidak dapat berdiri sendiri tanpa pemasok, pekerja, dan pelanggan.
5. Dalam start up dan scale up harus tahu medan pertempuran bisnisnya (tantangan-tantangannya) dan juga harus tahu bisnis where is the better future-nya.
6. Agar mampu bertahan dan memenangkan persaingan, sebuah usaha harus terus berinovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, yang disebut sebagai differentiation.
7. Dalam scale up jangan monoton pada bisnis model tertentu, tetapi harus mencoba model bisnis yang baru yang dapat menjadi batu loncatan besar dalam perkembangan usaha, kuncinya melihat peluang untuk bermitra dengan pihak yang tepat.
8. Dalam scale up ada tiga tantangan yang harus dikuasai, yaitu akses kepada SDM yang well qualified, akses kepada market, dan akses kepada modal; ketika ketiga tantangan ini bisa diatasi dan dimenangkan, maka scale up pasti sukses.
9.Dalam scale up hal lain yang sangat strategis adalah membangun kompetensi seluruh insan perusahaan, karena persaingan yang terjadi dalam dunia bisnis yang semakin ketat adalah persaingan kompetensi, bukan persaingan barang atau jasa; sehingga agar usaha dapat mengalami scale up yang mantap maka perlu membangun budaya perusahaan dengan mengelola knowledge.
10. Dalam scale up setiap usaha harus mencari informasi, inspirasi, dan kemudian inovasi dari pelanggan; setiap masalah adalah peluang, dengan demikian dibutuhkan solusi kreatif dan inovatif dengan memperhitungkan dan mengelola risiko yang mungkin terjadi.
11. Sama seperti makhluk hidup, setiap usaha juga punya siklus hidup. Agar usaha suntainable maka strategi pada setiap tahapan pertumbuhan tidak boleh dipukul rata, tetapi harus memperhatikan karakteristik pertumbuhannya masing-masing, supaya risiko yang mungkin terjadi dapat dikelola dan dikendalikan.

Demikian beberapa point refleksi materi Strategi to Grow. Salam Entrepreneur!

Sabtu, 01 Maret 2014

Growth Mindset & Kesungguhan 24 Karat



Jurnal refleksi pribadi Minggu 1

Dari pembelajaran minggu 1 tentang Growth Mindset ada beberapa point yang sangat berkesan dan menjadi insight bagi saya:

Pertama, bahwa akar atau pusat dari pertumbuhan dimulai dair mindset. Selama ini saya sudah paham bahwa seseorang dapat berubah apabila ia berubah dahulu dalam hal pemikirannya. Ketika perubahan pikiran atau mindset ini dikaitkan dengan pertumbuhan usaha, pemahaman saya lebih mendasar dan mendalam bahwa tanpa perubahan mindset atau memiliki mindset bertumbuh maka sulit atau tidak dapat bertumbuh. Ternyata dalam mindset ada yang bersifat fixed dan ada yang growth mindset. Wah saya semakin mengerti lagi setelah mendapat penjelasan dari Pak Ciputra, Pak Antonius dan Pak Nur Agustinus.
Kedua, apa yang disampaikan oleh Pak Dahlan Iskan, tentang memulai usaha dan mengerjakannya dengan “sungguh-sungguh”. Pak Dhalan memberikan penekanan pada kata “sungguh-sungguh” seperti tingkatan emas, ada yang 24 karat, 22 karat, 20 karat, dan 18 karat. Kalau memulai usaha dan mengerjakan usaha dengan kesungguhan 18 karat tentu tidak akan berhasil, demikian juga dengan kesungguhan 20 karat dan 22 karat, mungkin bisa berjalan sedikit tetapi belum maksimal. Ketika seseorang mengerjakan usaha dengan kesungguhan 24 karat pasti berhasil. Sering kali kita sudah mengatakan memulai dan berusaha dengan sungguh-sungguh tetapi gagal. Kemungkinan kesungguhan yang demikian belum 24 karat. Kesungguhan 24 karat, pastilah berhasil.

Demikian releksi saya dari pembelajaran minggu 1. Salam Entrepreneur!

D. Franklyn Purba